Rabu, 04 Juli 2012

Persiapan Menjelang Ramadhan

Bulan Ramadhan tahun ini tinggal beberapa minggu lagi, selayaknya bagi kita umat muslim untuk mempersiapkan banyak hal, agar bulan Ramadhan yang mulia ini bisa kita sambut dengan sebaik-baiknya penyambutan, dan bisa di jalani dengan sebaik-baiknya amal ibadah, tentunya perlu persiapan yang baik juga.

Ada beberapa persiapan yang harus kita lakukan menjelang bulan suci ramadhan, diantaranya adalah : 

1. Persiapan ilmu, alangkah baiknya jika kita menyempatkan diri untuk kembali membaca buku-buku tentang ibadah shaum ramadhan, atau datang ke pengajian mendengarkan tausyiah mengenai shaum ini.
Syarat puasa, pembatal puasa, apa saja yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan oleh orang yang berpuasa, itu adalah topik-topik penting yang perlu kita ketahui.
Banyak referensi mengenai ilmu puasa, tapi alangkah baiknya didapatkan langsung dari ulama atau ustadz disamping kita membaca buku-buku yang berkaitan dengan puasa.

2. Persiapan Rukhiah, yang dimaksud dengan persiapan Rukhiah adalah mensucikan hati dari akhlak yang tidak terpuji, jauhkan sifat riya, iri dan dengki. Kita juga harus ikhlas dalam menjalankan puasa dan melaksanakan ibadah-ibadah lainnya di bulan ramadhan. Ikhlas dalam menghadapi segala macam godaan.

3. Persiapan Kesehatan, sayang sekali jika puasa ramadhan datang kita malah sakit, namun alangkah beruntungnya kita, ketika ramadhan datang kondisi badan kita dalam keadaan sehat, sehingga puasa ramadhan bisa dijalani dengan maksimal.

4. Persiapan Harta, tujuannya adalah untuk memaksimalkan sedekah dan infaq selama bulan ramadhan. Di sekeliling kita, masih banyak orang yang hidup dalam keterbatasan, sudah menjadi tanggung jawab kita sebagai seorang muslim, untuk membantu kesulitan mereka.

Sebetulnya banyak juga hal lain yang perlu dipersiapkan, seperti pembiasaan diri untuk menahan lapar, haus dan juga pembiasaan dalam menjalankan rutinitas ibadah. intinya ditingkatkan dari biasanya.

Ok, semoga kita benar-benar siap menghadapi bulan ramadhan yang akan datang, Marhaban Ya Ramadhan...  

Minggu, 01 Juli 2012

Tips Mengatasi Kerepotan Ketika Pembantu Mudik

1. Bangun Pagi Lebih Awal. 

Inginnya, ketika liburan Anda jstru bermalas-malasan dan bangun siang saja. Namun berhubung Anda harus mengerjakan pekerjaan rumah, Anda sebaiknya bangun pagi lebih awal. Selain Anda jadi punya waktu lebih banyak untuk untuk membereskan rumah, di pagi hari badan masih segar dan lebih bersemangat.

2. Atur Jadwal.


Pembantu
, biasanya punya jadwal sendiri sehingga pekerjaan rumah yang berderet dapat selesai tepat waktu. Tapi Anda? Alih-alih selesai tepat waktu, malah justru keteteran. Untuk itu, atur jadwal mulai dari menyapu, cuci baju & piring, hingga menyiram pot bunga. Cari item pekerjaan yang dapat dikerjakan secara simultan, misalnya mencuci dengan mesin cuci dapat dibarengkan dengan mengepel lantai, dsb. Kalau jadwal sudah pas, Anda juga bisa punya waktu untuk istirahat dan nonton TV.

source:http://tipsanda.com

Selasa, 26 Juni 2012

Selamat Ulang Tahun Papa Tercinta

Papa yang terkasih ....
Tahukah papa, kebahagiaan mama adalah saat-saat bersama papa ...
Tahukah papa, kebersamaan kita adalah saat terindah untuk mama ...
Tahukah papa, ga akan ada yang bisa mengalahkan cinta yang sudah papa berikan untuk mama ...
Semua itu sangat berarti bagi mama ... 
Semua itu adalah karunia terindah bagi mama ...
Demi nama cinta, mama persembahkan cinta ini lebih dari apapun di dunia ...
Demi nama cinta, mama persembahkan sedalam-dalamnya hati ini ...
Cinta ini akan selalu mama berikan untuk papa seorang ...
Sampai akhir hayat mama, tak kan bosan untuk mengatakan "mama sangat mencintai papa" ...
Sungguh mama cinta papa karena Allah ...
Papa sayang ....
Terima kasih karena sudah menerima segala kekurangan mama ...
Setiap hari papa berikan hangatnya cinta ....
Selayaknya matahari yg mengunjungi bumi saat pagi dan siang ...
Setiap hari papa berikan sinar di hati mama ...
Seperti bulan dan bintang yg berpendar di langit malam ...
Papa ... Engkaulah penjaga hati penyejuk jiwa ...
Papa ... Engkaulah cinta
Semoga kita selalu bersama, sampai akhir hayat ...
Maafkan atas segala kekhilafan mama selama ini ...
Selamat ulang tahun papaku sayang ....

Dari mama yang selalu mencintaimu ....

Kamis, 21 Juni 2012

KANGEN ITU MENYIKSA

KANGEN. rindu.
satu kata yang punya banyak arti.
satu kata yang menyiksa. hahaha

apa makna kangen sebenernyaa??
perasaan saat kamu tidak bisa menemui orang yang sebenarnya ingin kamu temui?
perasaan saat kamu hanya bisa menangis sendiri saat kamu mengingat seseorang?
perasaan saat kamu tertawa sendiri saat kamu mengingat tingkah laku seseorang?
perasaan saat pikiranmu menerawang ketika ditanyai mengenai seseorang?
perasaan saat kamu hanya bisa menjambak rambutmu sendiri saat melihat dia dari kejauhan?
perasaan saat kamu hanya bisa tersenyum saat mendengar namanyaa??

tak mampu digapai. tak mampu diraih

menurut saya saat ditanya, kangen itu apa? jawaban saya satu.
ME. NYIK.SA
karena menurut saya, perasaan kangen adalah perasaan yang timbul saat kita gak bisa ketemu sama orang yang sebenernya pengen banget kita temuin. akhirnya cuma bisa nginget2 dia doang. sendirian. ketawa. terus abis itu bahkan bisa sampe nangis.
menyiksa. saat ternyata orang yang kita kangenin malah lagi asik ketawa ketiwi sama temennya. gak peduli sama kita yang ngangenin dia. kalo kaya gini kejadiannya, jadi pengen nusuk2 tuh orang pake piso deh yaa? (lebay sih)

dan kadang, rasa kangen bisa jatuh ke orang yang salah. HARUSNYA kita gak boleh kangen sama dia.
tapi siapa yang bisa mengelak dari rasa kangen ??



Kamis, 14 Juni 2012

Agar Do'a Terkabul


Berdo'alah

Dan Tuhanmu berfirman :"Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang takabur dari menyembah-Ku, mereka akan masuk Jahannam dalam keadaan terhina (QS Al Mukmin : 60)

"Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), sesungguhnya Aku dekat. Aku memperkenankan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepadaKu. Sebab itu hendaklah mereka memohon kepadaKu supaya mereka memperoleh petunjuk." (Qur'an Surat Al Baqarah 186)

Berdoa merupakan puncak ibadah yang menggambarkan peristiwa pertemuan seorang hamba dengan Sang Khalik. Sebelum kita berdoa, hendaknya dimulai dengan etika yang luhur (Adab Berdoa), agar kita memiliki kesiapan batin untuk berkomunikasi dengan Allah SWT sebelum menyampaikan maksud yang sebenarnya.

Di antara tata cara berdoa yang baik adalah apabila diawali dan diakhiri dengan membaca umul Qur'an Surat Al Fatihah.

TATA KRAMA  BERDOA (1)

Semua orang pasti mengharapkan doanya dikabulkan. Namun kenyataannya, tidak sedikit orang yang kecewa karena doanya belum dikabulkan padahal sudah sering berdoa. Hal ini membuat kita harus introspeksi diri, bahwa mungkin saja doa kita belum atau tidak tekabulkan karena kita menjalakan prosedur yang salah.

Disini akan dijelaskan bagaimana prosedur doa yang benar.

1.       Awali doa dengan Asmaul Husna
Allah mempunyai Asmaul Husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna  itu… (Q.S. Al A’raf : 180).
Asmaul Husna artinya nama-nama Allah yang baik, misalnya Ar Rahmaan (Maha Pemurah), Al Hakiim (Maha Bijaksana), Ar Rahiim (Maha Penyayang), Al Kariim ( Maha Dermawan), Al Aliim (Maha Mengetahui).
Merujuk pada ayat ini, ketika kita akan berdoa, awali dengan Asmaul Husna yang kita hapal, misalnya Ya Rahmaa, Ya Rahiim, setelah itu baru kita berdoa.
Tidak ada dalil yang mengharuskan berapa jumlah Asmaul Husna yang harus dibaca. Jadi baca saja semampu dan sekehendak kita. Pokoknya disesuaikan dengan situasi dan kondisi.
Sekiranya kita mengerti makna setiap Asmaul Husna, alangkah baiknya kalau Asmaul Husna yang kita baca itu ada hubungan dengan permintaan kita, misalnya kalau kita minta ilmu, awali dengan Ya ‘Aliim (Wahai Yang Maha Mengetahui), Ya Hakiim (Wahai Yang Maha Bijksana). Kalau minta ampun, awali dengan Yaa Ghafuur ( Wahai Yang Maha Penganpun), Yaa Rahiim (wahai Yang Maha Penyayang). Tapi walau makna Asmaul Husna itu tidak ada korelasinya ,juga tidak ada masalah,yang penting awali doa dengan Asmaul Husna.

2.       Mengucapkan Kalimah Tauhid
Setelah membaca Asmaul Husna, kemudian kita mengucapkan Kalimah Tauhid, yaitu pernyataan yang mengekpresikan keimanan kita kepada Allah SWT. Kita nyatakan bahwa Allah SWT itu Mahatunggal, Maha Berkuasa, tak ada sekutu bagi-Nya, dll.

Kalimah Tauhid yang baik kita baca saat berdoa  antara lain sebagai berikut:
“allahumma inni asaluka bi anni asyhadu annaka antallahu laa ilaaha illa ata alhadu shamadul ladzi lam yalid wa lam yulad wa lam yakullahu kufuwan ahad”
Artinya:
Sesungguhnya aku memohon kepadaMu Ya Allah, dengan bersaksi  bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah yang tiada Tuhan selain Engkau, Yang Mahatunggal, yang menjadi tempatku bergantung, Yang tidak beranak, dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan  Dia.
(H.R.Muttafaq ‘allaih)

3.       Diawali dengan Hamdalah dan Shalawat
Dari Fadhalah bin ‘Ubaid r.a. berkata:
“Tatkala Nabi s.a.w duduk di mesjid, tiba-tiba seorang laki-laki masuk, lalu shalat, setelah selesai ia membaca doa  “Allahumaghfirlii warhamnii.” Maka Rasulullahpun berkata;” Wahai kawan, engkau terburu-bru. Jika kau shalat,duduklah dulu kemudian bacalah puji-pujian kepada Allah karena Dia yang memilikinya, lalu kau baca shalawat kepadaku,dan lalu berdoa.”
Berkata pula Fadhalah:
“Kemudian datang pula seseorang yang lain, setelah shalat ia memuji Allah dan membaca shalawat untuk Nabi s.a.w. dansetelah itu Nabi bersabda : “Berdoalah, akan dipenuhi!”
(HR Ahmad, Abu Daud, Nasa’I dan tirmidzi)

4.       Mengulangi Doa
Berkata Mas’ud  r.a.
“Kaana alaihish shalaatu was salaamu idza da’aa, da’aa tsalatsan wa idzaa sa’ala tsalaatsan”
Adalah Nabi s.a.w, apabila berdoa, ia berdoa tiga-tiga kali, dan apabila ia meminta ,juga meminta tiga-tiga kali (HR Muslim)

5.       Yakin Akan Dipenuhi
Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Aku akan mengikuti persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Dan Aku selalu menyertainya apabila ia berdoa kepada-Ku (HR Bukhari dan Muslim)
 “Dan jika kamu memohon kepada Allah , wahai manusia,mohonlah langsung ke hadhirat-Nya dengan keyakinan yang penuh  bahwa doamu akan dikabulkan , karena Allah tidak mengabulkan doa hamba-Nya yang keluar dari hati yang lalai.”(HR Ahmad)

6.       Merendahkan Hati , Melembutkan Suara, dan Tidak Berlebihan

“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah hati dan suara lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (Al A’raf:55)
“Kami berangkat bersama Rasulullah saw maka tatkala kami telah dekat  ke Madinah  bertakbirlah  Nabi dan bertakbirlah manusia  serta mereka mengeraskan suara mereka. Maka berkatalah  Rasulullah saw :” Hai manusia sesungguhnya Dzat yang kamu seru itu, tidak tuli dan tidak jauh, sesungguhnya Tuhan yang kamu seru itu ada di antara kamu dan di antara leher kendaraan kamu. (Muttafaq Alaihi)

7.       Dengan Rasa Takut dan Penuh Harap
“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya, dan baerdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan dikabulkan ) dan harap (akan diterima). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”
(QS Al A’raf:56)

8.       Menghadap Kiblat
Nabi mendatangi tempat wuquf di Arafah, dan ia menghadap kiblat dan terus menerus berdoa hingga matahari tenggelam (HR Muslim)

9.       Sabar dan Shalat
“Minta tolonglah kalian dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya hal yang demikian itu adalah berat kecuali bagi orang-orang khusyu.” (QS Al Baqarah:45)
“Hai orang-orang yang beriman, minta tolonglah kalian (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar (QS Al Baqarah 153)

10.   Manfaatkan Waktu-waktu Terbaik
Sesungguhnya berdoa itu bisa kita lakukan kapan dan dimana saja, namun dalam sejumlah riwayat disebutkan ada sejumlah waktu yang sangat baik untuk diisi dengan doa, yaitu:
  • Sepertiga akhir malam - Rasulullah bersabda, “ Setiap malam, Tuhan kita turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam yang akhir. Maka Allah berfirman , barangsiapayang berdoa kepada-Ku, pasti akun Aku kabulkan, dan siapa yang memohon kepada-Ku pasti akan Aku beri,dan siapa yang memohon kepada-K, pasti akan Aku ampuni.” (HR. Bukhari , Muslim dan Tirmidzi). Yang dimaksud sepertiga akhir malam  adalah sekitar jam 3 pagi.
  • Tengah malam dan setelah shalat fardlu - Rasulullah pernah ditanya, ‘wahai Rasulullah, kapankah doa yang paling didengar Allah/’ Rasulullah menjawab ,” Doa di tengah malam dan doa setelah shalat fardlu (wajib).” (HR. Tirmidzi). Yang dimaksud pertengahan malam pada riwayat ini sekitar jam satu pagi. Sedangkan yang dimaksud akhir shalat wajib yaitu setelah salam.
  • Pada saat lapang - Biasanya kita rajin berdoa kalau sedang menghadapi kesulitan, sedang kepepet, atau dalam keadaan terpuruk. Kalau dalam keadaan sulit kita ingin doa kita cepat dikabulkan.Karenanya perbanyaklah doa ketika sedang lapang ,ketika sedang tidak mengalami kesulitan, sebagaimana sabda Rasulullah, “Barangsiapa yang menginginkan doanya dipenuhi Allah ketika ia dalam kesulitan maka hendaklah ia memperbanyak doa di waktu lapangnya.” (HR Tirmidzi dan Hakim)
  • Ketika sujud - Rasulullah saw bersabda , “Jarak yang paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhannya ialah ketika sujud. Maka perbanyaklah doa ketika sujud.” (HR Muslim). Hadis sahih ini menganjurkan agar kita memperbanyak doa ketika sujud. Caranya , selesai kita membaca doa “Subhaana Rabbiyal A’la, kita bias lanjutkan dengan doa apa saja yang kita kehendaki.  Hadis ini juga tidak menjelaskan pada sujud yang ke berapa doa itu dibaca. Ini mengandung isyarat  bahwa kita boleh berdoa pada sujud yang mana saja, tidak harus sujud yang terakhir.
  • Pada hari Jum’at - Rasulullah saw  bersabda,”Pada hari Jum’at itu ada suatu saat yang apabila kebetulan seorang muslim berdiri shalat sambil meminta  sesuatu (berdoa) kepada Allah swt, maka Allah akan memberinya apa yang ia minta.” (HR Muttafaq ‘Alaih). Keterangan ini memberi  arahan bahwa kalau sedang shalat Jum’at kita dianjurkan untuk memperbanyak doa, sebab  pada waktu tersebut ada sa’tul ijaabah (waktu terkabulnya doa).
  • Antara azan dan iqamah - Rasulullah  saw bersabda, “ Doa antara azan dan qamat tidak akan ditolak.” (HR Tirmidzi). Selesai azan, kadang ada jeda waktu menunggu iqamat, dalam jeda itulah sebaiknya kita mmemperbanyak doa apa saja yang kita mau karena itu merupakan waktu yang baik untuk berdoa.
  • Pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) - Tanggal 9 Dzulhijjah merupakan hari yang sangat penting bagi para jamaah haji karena waktu tersebut  diharuskan  wuquf di Arafah. Nabi  saw bersabda,  “Ahajju ‘Arafah” artinya puncak ibadah haji itu wuquf di Arafah. Kalau kita berada di Arafah, perbanyaklah doa karena itu merupakan waktu yang terbaik untuk berdoa..”
11.   Barengi  Doa dengan Ikhtiar
Doa dan Ikhtiar bagaikan  dua sisi dari mata uang yang sama, saling melengkapi, tidak bisa dipisahkan.  Kalau kita minta ilmu, barengi dengan belajar ; minta harta dampingI dengan usaha; minta sukses iringi dengan kerja keras; minta sembuh barengi dengan pengobatan,dll.
“…Bekerjalah (berusahalah) kamu, maka Allah dan Rasulnya serta orang-orang beriman akan melihat  pekerjaan (ikhtiar)-mu itu…. (QS.At Taubah:105)



 =========================================================


TATAK RAMA BERDOA (2)

1.   Mendoakan orang lain tanpa diketahuinya
Doa seorang muslim untuk saudaranya (sesama muslim) dari tempat yang jauh (tanpa diketahuinya) akan dikabulkan (HR Muslim)

2.   Mendoakan orang lain untuk kebaikan
“….di atas orang yang berdoa ada malaikat yang mewakili, setiap seorang muslim mendoakan saudaranya pada kebaikan, maka malaikat yang mewakili itu berkata:”juga untukmu seumpamanya.”…(HR Muslim)

3.   Doa orang yang dizhalimi

Takutlah akan doa orang yang dizhalimi, karena doa itu akan diangkat ke atas, dan Allah berfirman:”Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku pasti menolongmu, walau sesudah beberapa saat.” (HR Thabrani)
Takutlah kamu akan doa orang yang dizhalimi, sebab sesungguhnya tidak ada jarak pemisah antara Allah dengan doa orang yang dizhalimi itu.(HR Tirmidzi)

4.   Doa pemimpin yang adil dan orang yang berpuasa
Tiga golongan tidak akan ditolak doa mereka:
  • Orang yang berpuasa sehingga ia berbuka
  • Pemimpin yang adil
  • Orang yang teraniaya
 (HR Tirmidzi)

5.   Dinyatakan oleh masing-masing

Seutamanya doa adalah doa seseorang yang dinyatakan oleh dirinya ( HR Hakim)

6.   Doa bukan untuk kecelakaan
Janganlah kamu berdoa untuk kerusakan dirimu, kerusakan anakmu dan pembatumu, jangan pula berdoa untuk kerusakan hartamu, jangan minta kepada Allah kerusakan, karena mana tahu sewaktu kamu minta maka Allah mengabulkannya bagimu.
(HR Muslim, Abu Daud, Ibnu Khuzaimah)

7.   Jangan berdoa kepada selain Allah
Dan janganlah kamu mendoa kepada selain Allah, karena ia tidak akan member manfaat dan tidak member mudharat  kepadamu. Jika kamu berbuat yang demikian, maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang zhalim (QS.Yunus :106)

8.   Bukan untuk dosa, memutuskan silaturahmi dan jangan tergesa-gesa
Senantiasa diterima doa seorang hamba Allah, apabila ia tidak berdoa untuk berbuat dosa atau untuk memutuskan silaturahmi, dan tidak tergesa-gesa.
Lalu Rasulullah saw ditanya,”apakah yang dimaksud dengan tergesa-gesa?”
Rasul bersabda: “Seseorang berkata, aku telah  berulangkali berdoa tetapi tidak juga kulihat dikabulkan. Ia merasa rugi dan lesu sampai ia meninggalkan doanya.”
(HR Muslim dan Tirmidzi)

(Sumber : internet)

Senin, 28 Mei 2012

Kisah-Kisah Keajaiban Sedekah dalam Menyembuhkan Berbagai Penyakit

Sedekah bisa menjadi obat bagi penyakit Anda! Rasulullah SAW bersabda :

دَاوُوْا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ
Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah.” (HR. Baihaqi).

فِتْنَةُ الرَّجُلِ فِي أَهْلِهِ وَ مَالِهِ وَ نَفْسِهِ وَ وَلَدِهِ وَ جَارِهِ يُكَفِّرُهَا الصِّيَامُ وَالصَّلاَةُ وَالصَّدَقَةُ وَاْلأَمْرُ بِالْمَعْرُوْفِ وَالنَّهْيُ عَنِ الْمُنْكَرِ

Ujian yang menimpa seseorang pada keluarga, harta, jiwa, anak, dan tetangganya bisa dihapus dengan puasa, shalat, sedekah, dan amar makruf nahi munkar.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Inilah kisah-kisah nyata yang akan membuat semua orang beriman terpana. Betapa sedekah memiliki keajaiban tiada tara. Namun, mengapa masih banyak orang yang tidak gemar melakukannya?
Baca dulu kisahnya, dan semoga akan segera tergugah jiwa Anda. Bagi saudaraku yang masih terbaring sakit, walaupun Anda mungkin masih menjalani pengobatan medis, tak mengapa, tetaplah bersedekah. Dengan keikhlasan niat dan kemantapan iman, sedekah yang Anda keluarkan itu insya’ Allah akan mempercepat kesembuhan Anda. Simak baik-baik kumpulan kisah nyata di bawah ini !

Bisul di Wajahnya Sirna

Disebutkan di dalam kitab Shahihut Targhib wat Tarhib 964 M, dari Imam Baihaqi v, bahwa ia berkata, “Ada kisah Syaikh Hakim Abi ‘Abdillah v, bahwa ia memiliki bisul di wajah dan telah diobati dengan berbagai macam obat, tapi tak kunjung sembuh juga. Sudah hampir satu tahun lamanya bisul tersebut menghinggapi wajahnya. Kemudian ia meminta kepada Ustadz Imam Abu ‘Utsman Ash-Shobuni untuk mendoakannya di majelis beliau pada hari Jumat. Beliau pun mendoakannya dan diamini oleh banyak orang.

Pada hari Jumat berikutnya ada seorang wanita yang menyampaikan selembar surat yang mengatakan bahwa sesampainya di rumah, ia kemudian bersungguh-sungguh dalam mendoakan Hakim Abu ‘Abdillah pada malam harinya. Lalu dalam tidurnya, ia bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW yang seakan-akan bersabda kepadanya, “Katakan kepada Abu ‘Abdillah agar melapangkan air bagi kaum muslimin.” Kemudian aku membawa surat tersebut kepada Hakim. Lalu Hakim memerintahkan agar membuat galian di depan pintu rumahnya. Setelah galian tersebut selesai dikerjakan, beliau memerintahkan agar memenuhi galian tersebut dengan air dan kerikil. Orang-orang pun mulai mengambil air tersebut untuk minum. Tidak sampai satu pekan, tanda-tanda kesembuhan telah nampak pada Abu ‘Abdillah. Maka wajahnya telah kembali tampan seperti sedia kala. Setelah peristiwa itu beliau masih hidup selama beberapa tahun.[1]

Galilah Sumur, dan Sakitmu Akan Sembuh

Di dalam Siyar A’lamin Nubala’ 8/407 disebutkan bahwa ada seorang laki-laki yang bertanya kepada ‘Abdullah bin Mubarak v tentang luka bernanah (bisul) yang keluar dari lututnya sejak tujuh tahun yang lalu. Ia telah mengobatinya dengan berbagai macam obat dan banyak bertanya kepada para dokter, tetapi belum sembuh juga. Maka beliau pun menjawab, “Pulanglah, lalu galilah sumur di tempat orang-orang yang membutuhkan air. Sesungguhnya aku berharap akan keluar mata air di sana, dan darahmu akan berhenti.” Lelaki itu pun melaksanakan perintah Ibnul Mubarok, maka ia pun sembuh.[2]

Penyakit Kanker Sembuh Dengan Sedekah

Disebutkan bahwa ada seorang laki-laki yang mengidap penyakit kanker. Ia sudah berkeliling dunia untuk mencari obat, namun ia belum mendapatkannya. Maka, ia pun bersedekah kepada ibu anak yatim, sehingga Allah memberikan kesembuhan kepadanya.[3]

Sembuh Karena Berinfak kepada Anak Yatim


Ada seorang wanita yang tinggal di Arab Saudi bercerita, “Aku menderita penyakit kanker beberapa tahun, dan aku yakin maut telah mendekat. Aku menginfakkan penghasilanku dari menjadi tukang bordir kepada anak-anak yatim. Setiap harta yang aku infakkan kepada mereka, maka Allah membalasku dengan berlipat ganda, dan akhirnya Dia memberikan kesembuhan dari penyakitku, karena disebabkan infakku kepada anak-anak yatim.”[4]

Wanita Mandul Itu Bisa Hamil

Ada seorang wanita yang mendapat cobaan dengan kemandulan, ia tak dikaruniai anak. Para dokter telah berputus asa dari kemungkinan ia bisa hamil, dan bahwa penyakit itu memang tidak ada obatnya. Maka, Allah Ta’ala memberikan taufik kepadanya agar ia bersedekah kepada seorang wanita fakir. Sesudah ia bersedekah kepada wanita itu, ia meminta kepadanya agar mendoakan dirinya dikaruniai anak shalih. Setelah berlalu tiga bulan, wanita itu pun mengandung dua anak kembar!![5]

Penglihatannya Kembali Normal Seperti Sedia Kala


Seorang anak kecil bermain bersama saudaranya, tangannya membawa pisau. Tiba-tiba saja, ia memukulkan pisau tersebut ke mata saudarinya. Dengan cepat saudarinya tersebut dilarikan ke rumah sakit. Kemudian ia dipindahkan ke Riyadh. Setelah diperiksa dan dirongent, tim dokter memutuskan bahwa harapan kornea matanya bisa kembali normal amat tipis, sehingga sangat mustahil ia bisa melihat kembali seperti sedia kala.

Suatu hari sang ibu yang menemani anak perempuannya (yang sedang sakit) tersebut teringat tentang keutamaan sedekah. Maka, ia meminta kepada suaminya agar membawakan batangan emas yang dimilikinya, di mana ia tidak memiliki kekayaan selain barang tersebut. Ia ingin mensedekahkannya, meski sebenarnya secara materi ia juga kekurangan. Ia berdoa kepada Allah seraya berucap, “Wahai Robbku, Engkau tahu bahwa aku tidak memiliki harta selain barang itu, maka jadikanlah sedekahku ini sebagai sarana kesembuhan anak putriku ini.”

Keesokan harinya dokter datang untuk kembali memeriksa anak tersebut, ternyata perkataan dokter tetap seperti kemarin, anaknya tidak ada harapan sembuh. Beberapa hari kemudian, datang dokter lain dan memeriksanya, ia berpikir dan memperhatikan dengan cermat. Tiba-tiba saja, dokter itu menginstruksikan untuk mengadakan operasi. Ternyata operasi itu berhasil, semata-mata karena karunia Allah. Al-hamdulillah, akhirnya sang anak perempuan itu bisa kembali ke rumahnya dengan selamat, tanpa ada sedikit pun bekas luka di wajahnya, dan penglihatannya kembali normal seperti sedia kala.[6]

Putrinya Sembuh Lantaran Sedekah

Ada sebuah kisah yang disampaikan oleh Syaikh Sulaiman Al-Mufarraj –-semoga Allah memberinya taufik–, bahwa seseorang telah bercerita kepada Syaikh perihal kisah ajaib yang dialaminya, ia mengatakan, “Aku memiliki anak perempuan yang masih kecil, yang terkena penyakit di tenggorokannya. Aku telah pergi bersamanya ke beberapa rumah sakit dan telah membeberkan jenis penyakit yang dialami anakku kepada banyak dokter, namun semuanya tidak bermanfaat. Sakitnya menjadi semakin bandel. Aku hampir saja ikut sakit lantaran memikirkan sakit anakku, yang menjadikan semua anggota keluarga tak bisa tidur. Kami telah menempuh langkah-langkah untuk meringankan sakitnya, hingga akhirnya kami merasa putus asa dari semua itu, kecuali dari rahmat Allah Ta’ala.

Sampai suatu ketika datanglah secercah harapan dan terbukalah pintu solusi. Ada seorang yang shalih menghubungiku dan mengingatkanku akan hadits Nabi  :

دَوُّوْا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ

“Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah.” (HR. Thabrani dan Baihaqi)

Aku berkata kepadanya, “Sungguh, aku telah banyak bersedekah.” Ia kembali berkata, “Bersedekahlah saat ini dengan niat agar putrimu mendapatkan kesembuhan.” Akhirnya, aku pun bersedekah dengan dilandasi kerendahan hati kepada salah seorang fakir, namun segala sesuatunya tak ada perubahan. Aku menginformasikan hal ini kepada orang shalih itu, dan ia berkata, “Anda termasuk orang yang memiliki banyak harta. Hendaklah sedekahmu seukuran dengan hartamu.”

Aku pun pergi untuk kedua kalinya, dan mobilku kupenuhi dengan beras, ayam dan barang yang baik-baik dalam jumlah yang besar, lalu kubagikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Mereka pun bergembira dengan sedekahku. Dan subhanallah, tiba-tiba putriku menjadi sembuh total, alhamdulillah.

Aku yakin bahwa sedekah merupakan faktor penyebab kesembuhan yang terbesar. Sekarang, berkat anugerah Allah, putriku selama tiga tahun ini tidak pernah terkena penyakit apa pun. Sejak itulah aku memperbanyak sedekahku, khususnya pada waktu-waktu yang baik. Dan, aku setiap hari merasakan kenikmatan, keberkahan dan kesehatan dalam hal harta dan keluargaku. Aku pun menasihati setiap orang yang sakit agar bersedekah dengan harta yang paling berharga yang ia miliki. Hendaknya ia ulangi sedekahnya itu, niscaya Allah Ta’ala pasti akan menyembuhkannya. Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.”[7]

Emas yang Disedekahkan Membawa Kesembuhan Anaknya

Seorang pemuda masuk ke rumah sakit karena penyakit parah yang dideritanya -–semoga Allah memberikan keselamatan dan kesehatan kepada kita dan menyembuhkan kaum muslimin yang sedang sakit-–. Setelah diperiksa, tim dokter menetapkan bahwa harapannya untuk sembuh sangat tipis. Dokter berkata kepada sang ibu yang menemaninya, “Penuhilah keinginan-keinginannya, sepertinya ia tidak mempunyai harapan sembuh lagi, namun Allohlah yang paling mengetahui.”

Sang ibu sangat terpukul dengan informasi tersebut. Ia teringat dengan belahan hatinya, ia khawatir jangan-jangan harus berpisah dengannya selama-lamanya. Maka, ia pun menjual semua emas yang dimilikinya, kemudian mensedekahkan seluruh uang hasil penjualannya. Beberapa hari kemudian, dokter memberitahukan kepada sang ibu bahwa anaknya ada harapan untuk sembuh, dan keadaannya membaik sedikit demi sedikit. Akhirnya beberapa hari kemudian, keluarlah pemuda itu dari rumah sakit dalam keadaan sehat wal afiat. Semuanya memuji kepada Allah l atas kesembuhan dan kasih sayang-Nya.[8]

Terkena ‘Ain, Sembuh Dengan Sedekah

Syaikh Sulaiman Al-Mufarraj mengatakan bahwa ada seseorang bercerita kepadanya, orang itu berkata, “Saudaraku pergi ke suatu tempat, lalu berhenti di salah satu jalan. Tatkala sampai di tempat itu, ia tidak mengeluhkan apa pun, namun tiba-tiba ia jatuh pingsan, seperti terkena tembakan senapan di kepalanya. Kami memprediksi bahwa ia terkena penyakit ‘ain atau mengidap penyakit tumor atau terjadi pembekuan pada pembuluh darah di otak.

Kami segera pergi ke beberapa rumah sakit dan klinik pengobatan, lalu ia diperiksa dan dirontgen. Hasil pemeriksaan mengatakan bahwa kepalanya sehat, namun ia terus mengeluhkan rasa sakit di saat akan tidur, sehingga ia sering memilih untuk tidak tidur. Namun, di saat yang lain ia merasa sehat.

Apabila sakitnya kambuh, ia tak mampu bernafas dan berbicara. Syaikh Sulaiman pun berkata, “Apakah Anda memiliki harta yang bisa kami sedekahkan untukmu, semoga Allah menyembuhkanmu!” Ia menjawab, “Ya. Saya memiliki harta kira-kira jumlahnya 7.000 riyal.” Maka, sang Syaikh segera menghubungi seorang yang shalih yang mengetahui keadaan orang-orang miskin, untuk membagi-bagikan sedekah itu kepada mereka.
Orang itu berkata, “Aku bersumpah demi Allah yang Maha Agung, bahwa saudaraku itu sembuh dari sakitnya pada hari yang sama sebelum harta itu sampai ke tangan orang-orang miskin!! Dan, aku benar-benar tahu bahwa sedekah memang memiliki pengaruh yang besar dalam pengobatan berbagai penyakit.”[9]

Penyakit Demam Tak Berdaya Melawan Sedekah

Syaikh Sulaiman Al-Mufarraj mengatakan bahwa kisah ini diceritakan oleh pelakunya sendiri, orang itu berkata kepada Syaikh, “Anakku mengeluhkan penyakit demam dan panas, serta ia tak mau makan. Aku pun pergi bersamanya ke beberapa klinik pengobatan, namun panasnya tak kunjung turun dan keadaannya semakin memburuk.
Aku masuk ke dalam rumah disertai perasaan gelisah, tidak tahu apa yang harus aku perbuat. Isteriku berkata kepadaku, “Hendaklah kita bersedekah untuknya.” Aku pun segera menghubungi via telepon seseorang yang memiliki jalinan hubungan dengan orang-orang miskin, aku berkata kepadanya, “Aku berharap Anda mau shalat ‘Ashar di masjid, dan mau mengambil dari tempatku 20 kantong beras dan 20 boks ayam, lalu hendaklah Anda membagikannya kepada orang-orang yang membutuhkan.”

Aku bersumpah demi Allah, tidak sampai lima menit sesudah aku menutup gagang telepon, tiba-tiba anakku telah berlari-lari, bermain-main, berlompatan di atas sofa, dan makan-makan hingga kenyang, serta ia telah sembuh total berkat karunia Allah dan selanjutnya berkat keutamaan sedekah. Dan, aku berpesan kepada orang banyak agar memberikan perhatian kepada sedekah, saat terkena berbagai penyakit.”[10]

Sedekah Mengobati Penyakit Jiwa

Ada seorang wanita yang menderita penyakit jiwa yang parah. Salah seorang kerabatnya bangkit dan segera bersedekah dengan meniatkan kesembuhan untuknya kepada seorang yang shalih namun fakir yang menanggung beban hidup dua keluarga, dan ia meminta agar orang shalih itu mendoakan saudaranya. Maka, Allah pun menyelamatkan wanita itu dari bala’, dan sedekah itu menjadi penyebab kesembuhannya.

Saudara yang bersedekah itu mengatakan, “Demi Allah, tidak ada seorang pun dari keluargaku yang tahu tentang sedekahku. Sesungguhnya aku ingin menjadikan sedekah itu ikhlas untuk menggapai keridhaan Allah Ta’ala.” Segala puji bagi Allah, yang telah menyembuhkan kerabatnya dari penyakit jiwa yang dideritanya.[11]

Sakitnya Hilang Tanpa Bekas

Ada seorang wanita yang mengalami gagal ginjal -–kita memohon kepada Allah, semoga Dia memberikan keselamatan, kesehatan, dan kesembuhan bagi kaum muslimin yang sakit–. Ia sudah berulang kali memeriksakan dan mengobatkan sakit yang dideritanya tersebut. Akhirnya, ia mencari-cari sekiranya ada orang yang mau merelakan ginjalnya untuk disumbangkan kepada dirinya, ia siap membayar dengan uang sejumlah 20.000 riyal.

Tersebarlah berita tersebut di kalangan orang-orang ketika itu, hingga ada salah seorang wanita yang mendengar kabar tersebut yang akhirnya langsung menuju ke rumah sakit untuk mendonorkan ginjalnya. Ia menyetujui seluruh ketentuan-ketentuan yang diajukan kepadanya sebelum menjalani operasi. Di hari yang telah ditentukan, perempuan yang sakit tersebut menemui sang pendonor, ternyata ia sedang menangis. Karena heran melihat keadaannya, ia pun bertanya, “Apakah Anda merasa terpaksa dan keberatan dengan operasi yang akan Anda jalani?” Wanita pendonor itu berkata, “Sebenarnya tidak ada yang mendorongku untuk mendonorkan ginjalku selain kemiskinan yang menimpa diriku dan karena aku sangat membutuhkan uang.”

Wanita pendonor itu kembali menangis tersedu-sedu, maka wanita yang sedang sakit itu menenangkannya dengan mengatakan, “Silahkan engkau ambil uang ini, dan aku tidak menghendaki sesuatu pun darimu…”. Beberapa hari kemudian perempuan yang sakit tersebut kembali ke rumah sakit. Ketika tim dokter memeriksa penyakitnya, begitu terkejutnya mereka, karena tidak mendapati sedikit pun bekas sakit pada dirinya. Al-hamdulillah, ternyata Allah l telah menyembuhkannya.[12]

Sudah Masuk Ruang ICU, Mendadak Sembuh

Ada seorang wanita masuk ruang ICU (unit gawat darurat) karena penyakit parah yang dideritanya. Beberapa muhsinin (orang-orang yang suka berbuat kebaikan) mengetahui keadaannya, maka mereka pun menyembelih seekor unta dan meniatkan pahalanya untuk si wanita tersebut. Setelah itu, mereka mensedekahkan daging unta tersebut kepada para keluarga miskin untuk memenuhi kebutuhannya dengan mengharap pahala dari Allah l. Beberapa hari kemudian, akhirnya Allah memberikan kesembuhan kepada wanita tersebut. Hanya bagi Allohlah segala pujian dan karunia.[13]

Sedekah Menolak Gangguan Sihir

Dikisahkan, ada beberapa wanita yang berbincang-bincang tentang keajaiban sedekah. Dan, belum selesai para wanita itu membicarakan tentang keutamaan sedekah, tiba-tiba salah seorang wanita yang ada di antara mereka –-yang sedang terkena sihir– melepas kalungnya yang mahal harganya. Kalung itu kemudian ia berikan kepada salah seorang temannya agar dijual dan uangnya diberikan kepada para keluarga miskin.

Ketika temannya tersebut pergi ke tempat penjual emas dan sang penjual ingin menimbangnya, maka sang penjual mengeluarkan mata batu yang terletak di tengah kalung tersebut. Sang penjual begitu terheran-heran dan kebingungan dengan apa yang dilihatnya. Karena ia menyaksikan ada buhul sihir di dalam mata batu kalung itu. Sang penjual kemudian mengeluarkannya, dan alhamdulillah, akhirnya sembuhlah perempuan pemilik kalung tersebut dari penyakit yang selama ini dideritanya.[14]

Suami Bersedekah Emas, Isterinya Sembuh Seketika


Seorang dokter menelepon suami seorang wanita yang sedang terbaring sakit di sebuah rumah sakit. Dokter itu memberitahukan bahwa istrinya sedang mengalami masa kritis, dan dari tinjaun medis harapan untuk sembuh sangatlah tipis. Sang suami sangat terpukul dengan berita tersebut. Maka ia segera bergegas mengeluarkan sedekah berupa emas milik istrinya. Setelah itu, ia pergi ke rumah sakit. Beberapa saat kemudian, sang dokter memberitahukan kepadanya bahwa beberapa saat yang lalu (yakni saat bersamaan waktu sang suami bersedekah), nampak tanda-tanda membaik dan kesembuhan pada diri sang istri. Kemudian ia dipindahkan dari ruang ICU ke kamar perawatan biasa. Beberapa hari kemudian, ia telah keluar dari rumah sakit tersebut. Segala puji bagi Allah, Pemilik Keutamaan dan Kebaikan.

Gigi Gerahamnya Sembuh Total

Seorang juru dakwah wanita yang terkenal bercerita, “Aku berada di Al-Haram sejak beberapa tahun yang lalu. Suatu ketika gigi gerahamku sakit, yang aku agak terlambat dalam mengobatinya. Aku bahagia dengan keberadaanku di Al-Haram dan aku ingin menyibukkan diri dengan Al-Quran. Akan tetapi, jikalau penyakit itu terus terjadi, maka aku akan pergi ke dokter dan aku akan meluangkan waktuku.

Terlintas dalam benakku sebuah pikiran untuk menolak penyakit ini dengan sedekah. Akhirnya, aku pun bersedekah kepada seorang anak perempuan di Al-Haram. Demi Allah, hanya dalam waktu singkat, penyakitku menjadi sembuh. Dan sejak itu hingga waktu ini, aku tidak lagi membutuhkan dokter untuk mengobati penyakitku ini, karena penyakit itu tidak pernah lagi menyerangku.[15]

Diprediksi Mati, Allah Menyelamatkannya Dengan Sekedah

Syaikh ‘Abdul Hadi Badlah, Imam Masjid Jami’ur Ridhwan di Halab Syiria, pernah bercerita, “Di awal pernikahanku, Allah telah menganugerahkan kepadaku anak yang pertama. Kami sangat bergembira dengan anugerah ini. Akan tetapi, Allah l berkehendak menimpakan penyakit yang keras kepada anakku. Pengobatan seakan tak berdaya untuk menyembuhkannya, keadaan sang anak semakin memburuk, dan keadaan kami pun menjadi buruk karena sangat bersedih memikirkan keadaan buah hati kami dan cahaya mata kami. Kalian tentu tahu, apakah artinya anak bagi kedua orang tuanya, terutama ia adalah anak yang pertama!!

Perasaan buruk itu menyeruak di dalam hati, karena kami merasa tak berdaya memberikan pengobatan bagi penderitaan anak kami!!
Sehatnya kita memang merupakan perintah Allah dan ketentuan-Nya, namun kita memang harus mengambil langkah-langkah pengobatan dan tidak meninggalkan kesempatan atau sarana apa pun untuk mengobatinya.

Seorang yang baik menunjukkan kepada kami adanya seorang dokter yang berpengalaman dan terkenal, maka aku pun pergi bersama anakku kepadanya. Anakku mengeluhkam demam yang sangat tinggi, dan dokter itu berkata kepada kami, “Apabila panas anak Anda tidak turun malam ini, maka ia akan meninggal esok hari!!”
Aku kembali bersama sang anak dengan kegelisahan yang memuncak. Sakit menyerang hatiku, hingga kelopak mataku tak mampu terpejam tidur. Aku pun mengerjakan shalat, lalu pergi dengan wajah muram durja meninggalkan isteriku yang menangis sedih di dekat kepala anakku.

Aku terus berjalan di jalanan, dan tidak tahu apa yang harus aku perbuat untuk anakku!! Tiba-tiba aku teringat dengan sedekah, dan ingat dengan hadits Rasulullah n, tatkala beliau bersabda, “Obatilah orang yang sakit di antara kalian dengan sedekah.” Namun, siapa yang akan aku temui di waktu malam seperti ini. Aku bisa saja mengetuk pintu seseorang dan bersedekah kepadanya, tapi apa yang akan ia katakan kepadaku jika aku melakukan hal itu?

Tatkala aku berada dalam kondisi bimbang seperti itu, tiba-tiba ada seekor kucing lapar yang mengeong di kegelapan malam. Aku menjadi ingat dengan sabda Rasulullah n tatkala ditanya oleh seorang sahabat, “Apakah berbuat baik kepada binatang bagi kami ada pahalanya?” Beliau n menjawab, “Di dalam setiap apa yang bernyawa ada pahalanya” (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim). Aku pun segera masuk ke rumahku, mengambil sepotong daging, dan memberi makan kucing itu.

Aku menutup pintu belakang rumahku, dan suara pintu itu bercampur dengan suara istriku yang bertanya, “Apakah engkau telah kembali kepadaku dengan cepat?” Aku pun bergegas menuju ke arahnya. Dan, aku mendapatkan wajah isteriku telah berubah, dari permukaan wajahnya telah menyiratkan kegembiraan!

Ia berkata, “Sesudah engkau pergi, aku tertidur sebentar masih dalam keadaan duduk. Maka, aku melihat sebuah pemandangan yang menakjubkan!!”
Dalam tidurku, aku melihat diriku mendekap anakku. Tiba-tiba ada seekor burung hitam yang besar dari langit yang terbang hendak menyambar anak kita, untuk mengambilnya dariku. Aku menjadi sangat ketakutan, dan tidak tahu apa yang harus aku perbuat? Tiba-tiba muncul kepadaku seekor kucing yang menyerang secara dahsyat burung itu, dan keduanya pun saling bertempur. Aku tidak melihat kucing itu lebih kuat daripada burung itu, karena si burung badannya gemuk. Namun akhirnya, burung elang itu pun pergi menjauh. Aku terbangun mendengar suaramu ketika datang tadi.

Syaikh ‘Abdul Hadi berkata, “Aku tersenyum dan merasa gembira dengan kebaikan ini. Melihat aku tersenyum, isteriku menatap ke arahku dengan terheran-heran.”
Aku berkata kepadanya, “Semoga semuanya menjadi baik.”

Kami bergegas mendekati anak kami. Kami tak tahu siapa yang sampai terlebih dulu, tatkala penyakit demam itu sirna dan sang anak mulai membuka matanya. Dan, pada pagi hari berikutnya, sang anak telah bermain-main bersama anak-anak yang lain di desa ini, alhamdulillah.

Sesudah Syaikh menyebutkan kisah menakjubkan ini, anak tadi -–yang telah menjadi pemuda berumur 17 tahun, serta telah sempurna menghafalkan Al-Quran dan menekuni ilmu syar’i–, ia menyampaikan nasihat yang mendalam kepada kaum muslimin di masjid orang tuanya, Masjid Ar-Ridhwan di Halb, di salah satu malam dari sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan yang penuh berkah.[16]

Sumber : Buku “Berobat Dengan Sedekah”, karya Muhammad Albani, Penerbit Insan Kamil, Solo, Cet. X, Juni 2009

Footnote :
[1] Min ‘Ajaibish Shadaqah, hal. 41-42.
[2] Ibid, hal. 36-37.
[3] Min ‘Ajaibil ‘Ilaj bish Shadaqah.
[4] Min ‘Ajaibil ‘Ilaj bish Shadaqah, dengan beberapa perubahan redaksional.
[5] Min ‘Ajaibil ‘Ilaj bish Shadaqah.
[6] Min ‘Ajaibish Shadaqah, hal. 48-49.
[7] Min ‘Ajaibil ‘Ilaj bish Shadaqah.
[8] Min ‘Ajaibish Shadaqah, hal. 53.
[9] Min ‘Ajaibil ‘Ilaj bish Shadaqah.
[10] Min ‘Ajaibil ‘Ilaj bish Shadaqah.
[11] Min ‘Ajaibil ‘Ilaj bish Shadaqah.
[12] Min ‘Ajaibish Shadaqah, hal. 56.
[13] Min ‘Ajaibish Shadaqah, hal. 56.
[14] Min ‘Ajaibish Shadaqah, hal. 57.
[15] Min ‘Ajaibil ‘Ilaj bish Shadaqah.
[16] Min ‘Ajaibil ‘Ilaj bish Shadaqah.

(Sumber : http://pembinaanpribadi.blogspot.com)

Kamis, 10 Mei 2012

Belahan Jiwamu ...

Dalam kehidupan, kau temukan seorang teman spesial ...  
seseorang yang mengubah kehidupanmu dengan menjadi bagian darinya ...
seseorang yang membuatmu tertawa tak terhenti ...
seseorang yang membuatmu yakin bahwa sesungguhnya ada kebaikan di dunia ...
seseorang yang meyakinkanmu bahwa sungguh ada pintu yang tak terkunci ....
yang sedang menunggumu untuk membukanya ...
seseorang yang menjadi belahan jiwamu dalam suka dan duka ...
seseorang yang ingin engkau lebih baik dari kemarin ...
seseorang yang memberikan kehormatannya padamu ...
seseorang yang memberikan hidupnya untukmu ...
seseorang yang ikhlas melepas payung cinta orang tuanya ..
seseorang yang ikhlas menerima kita diantara yang lebih baik ...